Judul Makalah : Inovasi Pendidikan Islam Masa Kini
Tag : Makalah inovasi pendidikan, makalah inovasi pendidikan islam masa kini, makalah inovasi pendidikan islam.
BAB II
P E M B A H A S A N
A. Pengertian dan Tujuan Inovasi Pendidikan
Secara Umum kata "inovasi" berasal dari innovation (Inggris) atau tajdid (Arab), sering diterjemahkan sebagai suatu hal yang baru atau pembaharuan, namun ada pula yang menggunakan kata tersebut untuk menyatakan penemuan (invention), karena hal yang baru itu merupakan hasil penemuan. (Supiyan Eko ; 2011 )
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Inovasi di artikan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru; penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode atau alat).
Maksud pengertian inovasi pendidikan disini ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan dalam pendidikan.
Peranan pendidikan dan tingkat perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuannya untuk menaggapi masalah kehidupannya sehari-hari. Tingkat kemajuan suatu bangsa dapat ditinjau dari tingkat pendidikan rakyatnya. Semakin baik tingkat pendidikan masyarakat, semakin maju pula bangsanya. Sebaliknya, semakin terpuruk dan rendahnya pendidikan rakyatnya, jangan diharapkan bangsanya akan maju. Karena itulah inovasi atau pembaruan pendidikan sebagai perspektif baru dalam dunia kependidikan mulai dirintis sebagai alternative untuk memcahkan masalah-masalah pendidikan yang belum dapat diatasi dengan konvensional secara tuntas.
Dengan demikian, inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat.
Sejalan dengan pengertian dan tujuan inovasi pendidikan diatas, pendidikan Islam baik secara teori maupun praktik, terus berusaha untuk merealisasikan misi ajaran Islam kedalam jiwa umat manusia, mendorong penganutnya untuk menganut nilai-nilai ajaran Al-qur'an dan Al Sunnah, mendorong pemeluknya untuk menciptakan pola kemajuan hidup yang dapat menyejahterakan pribadi dan masyarakat, meningkatkan derajat dan martabat manusia, dan seterusnya.
Sebagaimana, tujuan ilmu pendidikan Islam yang sudah dikemukakan ialah sebagai berikut :
- Melakukan pembuktian terhadap teori-teori kependidikan Islam yang merangkum aspirasi atau cita-cita Islam yang harus diikhtiarkan untuk menjadi kenyataan.
- Memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan dalam segala aspeknya bagi pengembangan ilmu pendidikan Islam tersebut. Ia memberika ilmu yang berharga kepada ilmu ini.
- Menjadi korektor terhadap kekurangan teori-teori yang dipegangi oleh ilmu pendidikan Islam sehingga kemungkinan pertemuan antara teori dan praktik semakin dekat dan hubungan antar keduanya bersifat interaktif. (Abuddin Nata 2009 : 21 )
Dengan demikian, penting untuk memperhatikam kualitas pendidikan Islam dimasa sekarang dan yang akan datang supaya pendidikan Islam mampu mengiringi kemajuan-kamajuan ilmu dan teknologi sekarang ini dengan tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama. Dan itu, diperlukan perhatian khusus terhadap inovasi pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam untuk sekarang ini dan untuk masa yang akan datang.
B. Masalah-Masalah Yang Menuntut Inovasi
Pada dasarnya banyak hal yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan, seperti di Indonesia masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan diantaranya sebagai berikut :
1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dipungkiri mengakibatkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Diakui bahwa sistem pendidikan yang kita miliki dan dilaksanakan selama ini masih belum mampu megikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut sehingga dunia pendidikan belum dapat menghasilkan tenaga-tenaga yang teramfil, kreatif dan aktif, yang sesuai dengan tuntunan dan keinginan masyarakat luas.
Bagaimanapun berkembangnya ilmu pengetahuan modern menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus-menerus.
2. Pertamabahan penduduk.
Laju ekplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan, sekaligus bertaambahnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang secata komulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai.
Kenyataan tersebut menyebabkan daya tampung, ruang fasilitas pendidikan sangat tidak seimbang. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menentukan bagaimana relavansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya antar output lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.
3. Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Munculnya gerakan inovasi pendidikanberkaitan dengan adanya berbagai tantangn dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dewasa ini, yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan iptek. Kemajuan iptek yang terjadi senantiasa mempengaruhi aspirasi masyarakat. Pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebiih baik, padahal disatu sisi kesempatan untuk itu terbatas sehingga terjadilah kompetisi persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan ini pula sekarang banyak sekolah-sekolah favorit, plus, bahkan unggulan.
4. Menurunnya kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut adanya sejumlah perubahan. Bila tidak demikian, jelas akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.
5. Kurang adanya relavansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
Dalam era modern sekarang, masyarakat menuntu adanya lembaga pendidikan yang benar-benar mampu diharapkan, terutama yang siap pakai dengan dibekali skill yang diperlukan dalam pembangunan.
6. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif serta belum tumbuhnya suasanan yang subur dalam masyarakt untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
Kenyataan seperti ini disebabkan masih minimnya pengetahuan dan wawasan masyarakat untuk membangun dirinya pada kemajuan-kemajuan. ( Hasbullah 2009 : 191 )
Itulah kenapa, dibanding dengan negara-negara lain di dunia, pendidikan di Indonesia, pada umumnya, masih tergolong tertinggal. Hal ini antara lain disebabkan oleh kualitas penyelenggaraan dan hasil pendidikan dari berbagai jalur, jenjang dan jenis pendidikan belum memadai, renadahnya kualitas penyelenggaraan dan hasil pendidikan ini antara lain disebabkan oleh kebijakan yang dikeluarkan, pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang akan digunakan, pengadaan dan pembangunan tenaga kependidikan, sistem penggajian, sistem evaluasi, dan pengadaan sarana dan prasarana tidak didasarkan pada hasil penilaian yang memadai.
Dalam dunia pendidikan Islam dengan pendidikan pada umumnya, kadang-kadang mempunyai persamaan dan kadang juga memiliki perbedaan. Persamaan akan timbul karena sama-sama berangkat dari dua arah pendidikan yakni dari diri manusia itu sendiri yang memang fitrahnya untuk melakukan proses pendidikan, kemudian dari budaya yakni masyarakat yang memang menginginkan usaha warisan nilai, maka semuanya memrlukan pendidikan. (Abuddin Nata 2009 : 345 )
C. Faktor Yang Menuntut Inovasi Pendidikan.
Secara garis besar faktor yang menuntut dilaksanakannya inovasi pendidikan itu antara lain sebagai berikut :
1) Visi terhadap pendidikan.
• Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk ( moral identity );
• Kemampuan dan kebebasan untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan pembawaan dan cita-citanya ( individual identity );
• Kemampuan untuk berhubungan dan kerja sama dengan orang lain ( social identity );
• Adanya ciri khas yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain (individual differences);
2) Faktor pertambahan penduduk.
Pertambahan penduduk yang cepat merupakan factor yang sangat menentukan dan berpengaruh besar terhadap penyelenggaraan pendidikan sehingga menuntut adanya pembaruan-pembaruan dibidang pendidikan.
Adanya pertambahan penduduk yang cepat menimbulkan akibat yang luas terhadap berbagai segi kehidupan, utamnya pendidikan. Adapun masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan pendidikan ialah sebagai berikut :
• Kekurangan kesempatan belajar
• Masalah kualitas pendidikan
• Masalah relevansi
• Masalah efisiensi dan efektifitas
3) Perkembangan ilmu pengetahuan
Kemajuan zaman seperti sekarang ini justru ditandai dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung secara akumulatif dan semakin cepat jalannya. Tanggapan yang biasa dilakukan dalam kependidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan ialah dengan memasukkan penemuan dan teori baru kedalam kurikulum sekolah. Hal ini menyebabkan adanya kurikulum yang sangat sarat dengan masalah-masalah baru.
4) Tuntunan adanya proses pendidikan yang relevan
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa salah satu tuntunan inovasi pendidikan adalah adanya relevansi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia kerja. ( Hasbullah 2009 : 193 )
Sedangkan faktor yang melatar belakangi adanya pembaharuan pendidikan Islam pada abad modern dapat dilihat dari dua faktor:
1) Kondisi internal dalam dunia pendidikan dan intelektual Islam.
2) Faktor eksternal, yaitu terjadi kontak hubungan antara Islam dan dunia Barat menyadarkan umat Islam untuk mengimbanginya (Armai Arief 2009 : 21 )
D. Proses Inovasi Pendidikan Islam Di Indonesia dan Prospeknya Dimasa Depan
Inovasi pendidikan Islam yang terlihat pada dewasa ini yaitu melalui beberapa usaha-usaha yang dikhususkan untuk meningkatkan kesadaran anak didik atas pentingnya pendidikan Islam. Beberapa proses inovasi itu diantaranya melalui:
1) Pendidikan Agama di Sekolah
Kelahiran pendidikan agama yang sekarang ini kita kenal menjadi bidang studi tersendiri pada persoalan pendidikan sekuler minus agama yang dikembangkan pemerintah penjajah. Untuk menghidupkan kembali eksisitensi pembelajaran agama ini, menemukan momentunya setelah terbit UU Nomor 4 Tahun 1950 dan peraturan bersama Menteri Agama tanggal 16 Juli 1951, yang menjamin adanya pendidikan agama di Sekoah negeri.
Pada tahun 1960, pendidikan agama di sekolah-sekolah di Indonesia mulai mendapatkan status yang agak kuat, dalam ketetapan M.P.R.S. No. II/MPRS/1960 pasal 2 ayat 3, yang berbunyi: "Menetapkan Pendidikan Agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Rakyat sampai dengan Universitas-Universitas Negeri, dengan pengertian bahwa murid-murid berhak tidak ikut serta, apabila wali murid/murid dewasa menyatakan keberatan."
Setelah meletusnya G.30.S.P.K.I. pada tahun 1965, kemudian diadakan sidang umum M.P.R.S. pada tahun 1966, maka mulai saat itu status pendidikan Agama di sekolah-sekolah berubah dan bertambah kuat. Dengan adanya M.P.R.S. nomor XXII/MPRS/1966 Bab I pasal 1 yang berbunyi: "Menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Rakyat sampai Universitas-Universitas Negeri."
Menurut Tap MPR No.IV/MPR/1973 jo. Tap. MPR No. IV/MPR/ No. II/MPR/1983 tentang GBHN, pendidikan agama semakin dikokohka kedudukannya dengan dimasukkannya dalam GBHN sebagai berikut: "Diusahakan supaya terus bertambah sarana-saran yang diperlukan bagi pengembangan pendidikan keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa termasuk pandidikan agama yang dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar samppai dengan Universtas-Universitas Negeri."
2) Madrasah dan Sekolah Islam
Lembaga keagamaan Islam melakukan upaya-upaya untuk memperbaharui pendidikan Islam. Dan upaya-upaya tersebut yang oleh banyak kalangan disebut sebagai upaya modernisasi pendidikan Islam. Gagasan awalnya, menurut Husni Rahim (2005), setidaknya ditandai dengan dua kecenderungan organisasi-organisasi Islam dalam mewujudkannya, yaitu:
o Mengadopsi sistem dan lembaga pendidikan modern (Belanda) secara hampir menyeluruh.
o Munculnya madrasah-madrasah modern, yang secara terbatas mengadopsi substansi dan metodologi pendidikan modern Beland, namun tetap mrnggunakan madrasah dan lembaga tradisional pendidikan Islam sebagai basis utamanya.
Beberapa strategi yang perlu dicanangkan untuk memprediksi pendidikan Islam masa depan adalah sebagai berikut:
a) Strategi Sosio-Politik
Menekankan butir-butir pokok formalisasi ajaran Islam di lembaga-lembaga negara melalui upaya legal yang terus menerus oleh gerakan Islam, terutama melalui sebuah partai yang secara ekslusif khusus bagi umat Islam.
b) Strategi Kultural
Dirancang untuk kematang kepribadian kaum muslimin dengan memperluas cakrawala pemikiran, cakupan komitmen, dan kesadaran mereka tentang kompleksnya lingkungan manusia.
c) Strategi Sosio-Kultural
Dirancang untuk mengembangkan mengembangkan kerangka kemasyarakatan yang mempergunakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Akan tetapi, kelembagaan yang lahir dari proses ini bukanlah institute-institut Islam yang ekslusif, melainkan institusi biasa yang dapat diterima oleh semua pihak. (A. Mustafa & Abdullah Aly : 1998 )
3) Pesantren dalam Pendidikan Nasional
Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non-klasikal, dimana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam Bahasa Arab oleh para ulama abad pertengahan, dan para santri biasanya tinggal di asrama dalam pesantren tersebut. Lembaga pesantren memiliki unsus-unsur, yaitu: kiai, santri, mesjid, asrama, dan kitab-kitab.
Adapun ciri-ciri yang sangat menonjol dalam kehidupan pesantren diantaranya, yaitu:
o Adanya hubungan yang akrab antara santri dengan kiainya
o Adanya kepatuhan santri kepada kiai
o Hidup hemat dan penuh kesederhanaan
o Kemandirian
o Jiwa tolong-menolong dan suasana persaudaraan
o Kedisiplinan
o Berani berusaha untuk mencapai suatu tujuan
o Pemberian ijazah
Regulasi pendidikan keagamaan dalam UU No. 20/2003 dapat diduga bertujuan untuk mengakomodir tuntutan pangkuan terhadap model-model pendidikan yang selama ini sudah berjalan di masyarakat secara formal, namun tidak diakreditasi oleh negara karena kurikulumnya mandiri , tidak mengikuti madrasah pada uumnya. Pada pasal 30 ayat 4 dikatakan: "Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah, pesantren, pasraman, pabhaja, samanera, dan bentuk lain yang sejenis."
Melihat sesuatu yang berada jauh didepan dengan titik kulminasi yang sulit ditebak merupakan pekerjaan yang terkadang sulit dipastikan nilai kebenarannya. Meskipun demikian prospek pendidikan silam di Indonesia pada masa mendatang, harus pula dikaji dan diteropong melalui lensa realitas pendidikan Islam di Indonesia yang ada pada hari ini. Oleh karena itu, meskipun masih alternatif pendidikan Islam mempunyai batasan kebijakan pendidikan. Maksudnya, pendidikan Islam mencakup:
o Segenap kegiatan yang dilakukan seseorang atau suatu lembaga untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri siswa atau peserta didik.
o Semua lembaga pendidikan yang mendasarkan program dan kegiatan pendidikannya atas pandangan serta nilai-nilai Islam.
Melihat pendidikan Islam yang masih inferior sehingga perlu mendapat perlakuan istimewa dari induknya, yaitu pendidikan Nasional, maka wajarlah jika predikat pendidikan Islam di Indonesia pada masa yang akan datang banyak mengundang perdebatan antara kalangan ahli pendidikan, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
BAB IV
P E N U T U P
Kesimpulan :
1) Inovasi pendidikan ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan dalam pendidikan. Dan tujuan inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat.
2) Masalah dan Faktor Inovasi Pendidikan :
a. Masalah yang menuntut inovasi pendidikan
o Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
o Pertambahan penduduk.
o Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
o Menurunnya kualitas pendidikan.
o Kurang adanya relavansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
o Belum mekarnya alat organisasi yang efektif serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk melaksanakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
b. Faktor Yang Mempengaruhi Inovasi Pendidikan.
o Visi terhadap pendidikan
o Faktor pertambahan penduduk
o Perkembangan ilmu pengetahuan
o Tuntunan adanya proses pendidikan yang relevan
Sedangkan faktor yang melatar belakangi adanya pembaharuan pendidikan Islam pada abad modern dapat dilihat dari dua faktor:
o Kondisi internal dalam dunia pendidikan dan intelektual Islam.
o Faktor eksternal, yaitu terjadi kontak hubungan antara Islam dan dunia Barat menyadarkan umat Islam untuk mengimbanginya (Armai Arief 2009 : 21 )
3) Inovasi pendidikan Islam yang terlihat pada dewasa ini yaitu melalui beberapa usaha-usaha yang dikhususkan untuk meningkatkan kesadaran anak didik atas pentingnya pendidikan Islam. Beberapa proses inovasi itu diantaranya: Pendidikan Agama di Sekolah, Madrasah dan Sekolah Islam dan Pesantren dalam Pendidikan Nasional
Diposting Oleh : Abdul Wahid
Ketika anda mempunyai 






